USAHA KREDIT BARANG YANG MENJANJIKAN

Usaha kredit barang – Kondisi ekonomi yang tidak menentu dan harga kebutuhan hidup sehari-hari yang terus meningkat memunculkan peluang untuk membuka usaha dagang dengan kredit.misalnya perusahaan keuangan bekerja sama dengan atlet atau tukang menjual barang dengan cara kredit atau toko elektronik itu sendiri.

Meskipun sudah banyak pesaingnya, terutama perusahaan besar,bukan tak mungkin bisa ini di lahan kritis yang bisa anda tekuni secara perorangan.Menjual dengan cicil atau kredit memang memiliki resiko. Salah satunya adalah kemungkinan tidak tertagih. Resiko lainnya adalah kebutuhan modal yang lebih besar.dengan tertahannya barang yang ada di pelanggan atau konsumen ada sejumlah uang atau modal yang tersimpan di sana.

usaha kredit
usaha kredit

Hal-hal yang harus diketahui dalam  pembukuan usaha kredit barang

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan
  • Sumber barang yang murah dan dibayar dengan tempo atau konsinyasi
  • Pembeli potensial yang membayar barang sampai lunas
  • Kemampuan menjalin hubungan baik
  • Kemampuan naksir antara penjual dengan tunai dan kredit jika pembayaran tertunda atau macet
  • Pencatatan pembukuan yang sederhana tapi rapi
  1. Modal yang diperlukan
  • sejumlah modal tergantung barang yang akan anda dagangkan.awalnya Anda bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bisa menjual dengan tempo atau konsinyasi sehingga Anda baru membayar barang terjual atau terbayar oleh pembeli
  • modal cadangan diperlukan karena kemungkinan ada pembayaran yang tertunda.Anda harus menambah modal kerja karena stok barang untuk penjualan berikutnya tetap harus tersedia.
  • Biaya untuk membeli buku catatan,transportasi bolak-balik ketika menagih atau membayar orang.gaya tersebut harus masuk ke pertimbangan dalam menaikkan harga jual
  1. Kiat menjalankan usaha

  • Dapatkan sumber barang murah
  • Berhitung dengan risiko. Dalam menjalankan usaha risiko yang selalu kita hadapi ada resiko yang besar maupun resiko yang kecil. Untuk menghadapi hal ini biasanya resiko itu harus kita bagi. Salah satu resiko yang dibagi adalah barang yang tidak tertagih. Caranya dengan menaikkan harga kesepakatan jual beli barang dengan pelanggan yang meminta kredit. Kalau diperhatikan pasti semua barang yang bertransaksi dengan cara kredit harganya lebih mahal dibanding dengan tunai.
  • Kenaikan harga.makin lama jangka waktu pelanggan Anda kredit maka makin besar pula kenaikan harga barangnya. Besar kenaikan juga tergantung kesepakatan penjual dan pembeli.yang penting kesepakatan itu dapat memuaskan kedua belah pihak.konsumen membutuhkan produk yang Anda jual tetapi hanya sanggup jika dibeli dengan kredit, Anda juga membutuhkan produknya terjual dan menanggung resiko yang ada
  • Kuasai sistem penagihannya. Dalam usaha ini soal penagihan harus dicermati. Ketika terjadi transaksi, pastikan berapa kali pembeli mencicil dan setiap tanggal berapa di bayar. Kalau usaha anda sudah besar,Anda bisa menugaskan orang kepercayaan untuk melakukannya
  • kuasai administrasi sederhana untuk mencatat nama konsumen dengan besar cicilan dan jatuh tempo kredit nya.untuk menghindari kesalahan atas kompor sebaiknya pembeli memberikan paraf atau tanda tangan setiap kali mengambil barang dan men.
  • Variasikan penjualan dengan tunai. Harus mempertimbangkan jumlah omset penjualan dengan modal kredit dan yang tunai. Hal ini untuk mengurangi cash flow agar tidak terlalu terganggu. Misalnya Anda menetapkan yang tunai 60% dan yang kredit 40%.
  • Sediakan stok barang sesuai dengan permintaan sehingga barang tidak menumpuk dan modal cepat berputar
  • Sediakan ruangan untuk menyimpan dan memajang barang sehingga konsumen dapat memilih dan membeli dengan bebas
  1. Peluang usaha lainnya

  • Barang dagangan lebih bervariasi tergantung dari permintaan dan penjualan terbesar.

About the author: usahajitu

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *