Tips Menyeleksi Calon Franchise Terpercaya

Diposting pada

Tips Menyeleksi Calon Franchise

Tips menyeleksi calon franchise – Selain brand, faktor sukses sebuah bisnis franchise juga tergantung darija ringan tranchisenya yang notabene dikelola para franchisee. Jika jaringan franchisenya tidak berkinerja baik maka bisnis franchise nya secara otomatis tidak bisa jalan. Sebab sukses tidaknya seorang franchisor ditentukan oleh keberhasilan para franchise nya

Oleh karena itu, pentingnya seorang franchisor dalam menyeleksi franchisee. Saking pentingnya, beberapa franchisor bahkan ada yang menggunakan jasa konsultan dan fsikolog untuk mengenal secara detail calon franchisee nya. Kereta mereka (franchisee) akan menjadi mitra bisnis anda selama kontrak kerjasama. Mereka juga yang membawa reputasi merek bisnis anda

Lalu pertanyaannya, kriteria apa yang harusnya digunakan franchisor untuk menyeleksi franchisenya?

Beberapa franchisor ada yang mensyaratkan persamaan visi dan misi antara kedua belah pihak.

Meski kelihatan sepele dan abstrak namun persoalan ini tidak bisa disepelekan. Sudah banyak bukti tentang franchise yang kandas di tengah jalan dan berantakan gara-gara perbedaan Visi dan misi antara franchisor dan franchisee padahal secara bisnis usaha tersebut sangatlah prospektif Yang perlu diwaspadai lagi adalah franchisor yang tidak memiliki kriteria terhadap calon franchisee. Biasanya tipe franchisor ini hanya menghendaki franchise fee dari franchiseenya.

Untuk mendapatkan franchisee yang berkualitas dalam menjalin hubungan kerja sama waralaba dalam jangka panjang, sudah menjadi keharusan bagi Anda selaku franchisor untuk menerapkan seleksi yang ketat terhadap para calon franchisee Anda. Ada beberapa hal pokok yang sebaiknya Anda perhatikan dalam menyeleksi franchisee Anda.

Berikut tips menyeleksi calon franchise

  1. Integritas calon franchise
  2. Komitmen dan konsistensi yang sama dari calon franchise
  3. Track record usaha calon franchise
  4. Visi dan misi yang sama dari calon franchise
  5. Rencana bisnis calon franchisee yang mencakup antara lain :

          a Kemampuan finansial calon franchisee

          b. Lokasi yang ditawarkan oleh calon franchisee

Tahap-tahap umum yang biasanya dilakukan oleh para franchisor dalam menyeleksi para franchisee adalah

  1. Pengajuan permohonan untuk menjadi franchisee
  2.  Pemenuhan syarat-syarat yang diajukan oleh franchisor
  3. Seleksi persyaratan awal
  4. Interview/tatap muka dengan franchisor
  5. Penandatanganan perjanjian waralaba
  6. Orientasi dan Pelatihan     

 

tips menyeleksi calon franchise
Tips Menyeleksi calon franchise

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya telusuri seberapa jauh komitmen calon franchise.Untuk mengetahui kekuatan komitmen mereka, dilakukan due dilligence saat menyelaksi calon franchisee. Oleh karena itu franschisor sangatlah penting untuk mengenal lebih jauh calon franchisee nya.Buatlah beberapa standar dan persyaratan untuk menguji komitmen para franschisee,sehingga dia benar benar layak menjadi franchisee anda.

Jadi, selain harus mengisi formulir aplikasi, calon franchisee juga diwawancarai secara khusus Tanyakan banyak hal, terutama tentang alasan mereka mengambil waralaba kami. Juga, latar belakang keluarganya apakah sudah ada yang pernah mengambil waralaba atau belum dan jenis usaha apa yang selama ini dijalankan

Terkadang, kendati sudah menjalankan proses seleksi lumayan katat dalam perjalanannya terkadang ada ada saja franchise yang nakal Mereka ada yang mengaku kesulitan membayar fee royalty sehingga pembayaran Jadi tidak tepat waktu. Saat menemukan masalah seperti ini, anda harus mencoba mengkomunikasikannya dengan mengajak bicara baik-baik, coba mencari tahu ke apa yang menyebabkan mereka terlambat membayar dan apa kendalanya. Beri mereka waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya sambil mencari jalan keluar terbaik dalam menaikkan jumlah atau omzet cabang tersebut

Karena itu, untuk mengurangi terjadinya masalah tersebut di kemudian hari, seharusnya para Franchisor dapat memberi berbagai bimbingan ke para franchisee-nya. Dalam berpromosi, misalnya, pihak franchisee dapat bertukar pikiran dengan Franchisor

Selain itu, coba membuat standar seperti sistem kepegawaian, gaji dan jenjang kepangkatan SDM di tiap cabang, yang harus sesuai dengan modul atau standar pusat Dengan begitu, waralaba kami bisa dilihat sebagai tully business format, yang tidak membiarkan investornya diam begitu saja.

Di samping itu, agar bisnis waralabanya tertata dengan baik, juga rutin dilakukan Controller atau Manager Meeting setiap bulannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *